Jump on the Bandwagon

So here’s a thing increasingly popular right now: #30daysmusicchallenge. Never heard about it before? Check this one out:

cx_swmruqaes5cx-jpg-large

Interesting. Gonna make my version of it. But instead of posting it one by one each day (which no one would care) (and too lazy to do it), i’ll wrap it up in one post and make a YouTube playlist out of it. So here it is:

  1. Day 1: Efek Rumah Kaca – Putih
  2. Day 2: Nena – 99 Luftballons
  3. Day 3: Jimmy Cliff – I Can See Clearly Now
  4. Day 4: Oasis – Don’t Look Back in Anger
  5. Day 5: Seringai – Akselerasi Maksimum
  6. Day 6: Mansyur S. & Elvy Sukaesih – Gadis Atau Janda
  7. Day 7: Float – Pulang
  8. Day 8: Slank – Poppies Lane Memory
  9. Day 9: Beastie Boys – Intergalactic
  10. Day 10: Rama – Bertahan *ini sedih banget ya rabb :”(*
  11. Day 11: The Trees and The Wild – Berlin
  12. Day 12: Green Day – When I Come Around
  13. Day 13: John Williams – Star Wars Main Theme
  14. Day 14: Edwin McCain – I Could Not Ask For More
  15. Day 15: Destiny’s Child – Emotion
  16. Day 16: UEFA – UEFA Champions League Anthem
  17. Day 17: Yana Julio & Lita Zein – Emosi Jiwa
  18. Day 18: Toto -Africa (yang penting lagu tahun 1980-an lah.. :D)
  19. Day 19: Five For Fighting – 100 Years
  20. Day 20: Iwan Fals – Belum Ada Judul
  21. Day 21: Weezer – Jamie
  22. Day 22: Coldplay – Fix You
  23. Day 23: Benyamin S. – Seriosa
  24. Day 24: ST12 – S.K.J.
  25. Day 25: Chrisye – Merpati Putih
  26. Day 26: Payung Teduh – Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan
  27. Day 27: Fadly – Anak Jalanan #lawas
  28. Day 28: Yuna – Decorate
  29. Day 29: Fajar Bahari – Game Watch (atau bahasa bekasinya “Gimbot”)
  30. Day 30: The Milo – Dunia Semu

Ketika Video Musik Indonesia Masih Berjaya

Kadang-kadang males sama orang yang dikit-dikit bilang “Dulu di jaman gua tuh blablabla…” Seolah-olah cuma hidup di masa lalu. Tapi emang susah, nostalgia itu memang menyenangkan. Termasuk bagi saya.

Kayak tadi malam, cuma karena dengerin Tonight Tonight Smashing Pumpkins yang pernah menangin Video of The Year MTV Video Music Awards malah jadi ngelantur ke pikiran tentang kerennya video-video musik Indonesia dekade 1990-an dan 2000-an awal. Era itu tuh keren banget. Video klip masih jadi bagian penting dalam marketing suatu lagu, gak digarap asal-asalan kayak sekarang. Bahkan banyak lagu yang diidentikkan sama video klip (selanjutnya akan saya sebut sebagai music video (MV) di sini) nya. Thanks to MTV Indonesia dan TV-TV swasta yang dulu masih getol nayangin MV-MV artis lokal sehingga persaingan untuk membuat MV yang berkualitas menjadi tak terelakkan. Bahkan pernah pada masanya lagu-lagu yang tayang di MTV Indonesia memuat 4 keterangan: judul, penyanyi, album, dan sutradara/rumah produksi MV), menyiratkan pentingnya posisi video klip bagi si artis.

Saking berkualitasnya MV-MV Indonesia pada masa itu sehingga terkadang susah menentukan mana yang terbaik di antara karya-karya yang ada. Dulu di TVRI (dan kemudian dilanjut di RCTI) ada acara Video Musik Indonesia yang dipandu Dian Nitami. Setiap bulannya acara ini akan menobatkan MV terbaik untuk kemudian diadu untuk menjadi MV terbaik tiap tahunnya. Beberapa yang pernah menang Video of the Year VMI diantaranya ada Oppie – Cuma Khayalan, Katon Bagaskara – Negeri Di Awan, Sujiwo Tedjo – Pada Suatu Ketika, Singiku – Kebebasan, dsb. Sayangnya data pemenang-pemenang VMI Awards susah dicari di dunia maya, padahal bisa jadi arsip bagus tuh.

Karena kepikiran terus sama MV-MV Indonesia yang bagus2, akhirnya saya bikin daftar 10 MV lokal terbaik versi saya sendiri. Ini memang tidak jelas indikatornya karena berdasar selera subjektif, dan juga gak semata dinilai dari segi estetika videonya saja (karena rata-rata lagu-lagu ini emang saya suka). Tapi mendingan ditulis di sini aja daripada kepikiran terus. Ini dia daftarnya:

 

1. Pure Saturday – Kosong

Ah, Pure Saturday. Band kesayangan scene indie Indonesia medio 90-an. Ini MV pertama mereka, dan sepertinya satu-satunya yang dibikin dari album pertama. Konsep standar: full band main di dalam studio/ruangan dari awal sampe akhir. Tapi yang bikin beda adalah cara ngambil gambar sama pencahayaannya. Belum pernah ada yang bikin yang seperti ini waktu itu.

Best moment: hampir sepanjang video sih, tapi terutama waktu salah satu personelnya menengadah ke atas, menerawang dan memainkan (?) sesuatu dengan tangannya.

 

2. Dewa 19 – Cukup Siti Nurbaya

Mungkin dari segi kualitas tidak terlalu menonjol, tapi MV Dewa 19 ini nyantol banget di otak saya karena dulu pernah jadi wakil Indonesia sebagai salah satu nomine dalam ajang MTV VMA. Dulu MV ini bersaing dengan MV dari artis-artis lain dari negara-negara kayak Filipina, Thailand, Taiwan, dll untuk merebutkan gelar sebagai wakil Best Music Video dari MTV Asia. Karena itulah airplay-nya lumayan kenceng, sering banget diputer di MTV Indonesia (waktu masih di ANteve).

Videonya sendiri memiliki alur yang seperti mengisahkan lirik lagunya. Bianca Adinegoro, model video ini, jadi cewek yang sedang di-Siti Nurbaya-kan oleh ortunya trus pergi gak tau arah keliling ibukota (mungkin dia.. galau™). Kalo diperhatiin dandanan Bianca khas banget cewek2 90an waktu itu: baju pendek ketat (Osella?) sama tas punggung kecil yang talinya menjuntai sampe ke punggung (biasanya transparan). Yang pasti saya lebih milih MV ini sebagai salah satu MV terbaik dari Dewa 19 ketimbang MV mereka yang Kirana (terlalu Jawa sentris with wayang and stuff kalo menurut saya).

Best moment: pas scene ketika ada pantulan game dingdong di muka Bianca Adinegoro, deket-deket akhir videonya

 

3. Naif – Johan dan Enny

NAIF! Mungkin MV mereka yang paling terkenal dan kontroversial adalah dari lagu Possesive. Video itu juga sempet menangin Video of the Year dari VMI Awards. Tapi bukan klip itu yang paling saya suka dari mereka, melainkan dari lagu ini yang merupakan single kedua mereka dari album yang sama. Johan dan Enny terasa seperti sebuah sekuel untuk Piknik ’72. Feel-nya masih sama: era 70-an, tapi di lagu ini Naif bisa memunculkan atmosfer 70-annya lebih klimaks lagi. Dari warna-warna di videonya, dandanan personel, sampe model-modelnya (rata-rata anak kecil) pas mendukung nuansa retro. WSATCC pun jadi terlihat seperti pengekor kalo liat Naif di video ini.

Best moment: anak kecil nangis (lah, gitu doang?)

 

4. Club 80s – Gejolak Kawula Muda

Ini dia MV yang menurut saya jadi tonggak sejarah dunia per-video musik-an Indonesia. Ide dan konsepnya cacat abis dan dieksekusi dengan keren banget. Club 80s di album pertama memang masih sangat 80s dan single pertama mereka ini dari intro-nya aja udah kedengeran 80an sangat. 80an dan bulutangkis. Oke itu emang berkorelasi erat. Tapi mengambil ide pertandingan bulu tangkis berikut penonton-penontonnya sebagai video musik? Itu baru pertama kayaknya. Ditambah warna-warna nyakitin mata dan dandanan norak khas 80an, makin maksimal eksekusinya. Di MV ini juga ada beberapa cameo insan-insan musik Indonesia asal IKJ. Yang paling mencolok sih keberadaan Jimmy The Upstairs :))

Best moment: Banyak! Vincent ngeces di awal-awal, Ytonk ngembaliin smash lewat kolong kaki, dan flashmob di tengah2 pertandingan (Lembu sebagai wasit digotong)

 

5. Padi – Mahadewi

Jika patokannya tonggak baru dalam hasil karya MV di Indonesia, mungkin Bayangkanlah yang seharusnya kepilih. MV lagu itu sepenuhnya berupa animasi bikinan Wahyu Aditya (Hello Motion/KDRI). Tapi pilihan saya jatuh ke Mahadewi karena, selain suka lagunya, videonya juga bagus banget. Ada dua bagian besar dalam video ini: pertama, isinya Padi lagi bermain live dalam studio, dan kedua, scene outdoor yang melibatkan cewek-cewek cantik (hence, Mahadewi) lintas generasi. Nah, yang bagian cewek-cewek ini yang bikin videonya bagus dan megah. Sinematografinya ciamik dan indah sekali.

Best moment: perempuan-perempuan berbusana putih berjalan di tepi pantai dengan latar belakang ombak yang menderu….. (–,)7

 

6. Traxap – Buaya Darat

Sebelum JKT48, tersebutlah Traxap.

Oh oke, ralat. Katanya JKT48 bukan girlband. Sebelum Geger Band, tersebutlah Traxap. Ini adalah band yang personelnya semuanya cewek yang mainin alat musik sendiri. Buaya Darat adalah hits pertama (dan satu-satunya) mereka. Video dibikin di dalam studio indoor bertingkat dua yang dibagi jadi 6 ruangan. Jadi syutingnya ya cuma di ruangan-ruangan yang bersekat itu. Dugaan kuat saya ini adalah bikinan Rizal Mantovani karena: (1) poster-poster film hipster pada zamannya (Pulp Fiction, Trainspotting, dll); (2) roket Tintin; (3) warna-warna propertinya cerah-glossy dan tabrak warna. Cuma kurang iMac aja biar sempurna.

Best moment: mbak2 bertanktop yang joged2 di akhir videonya.. Mbak mirip Cindy Fatika Sari deh… (kalo yang sampingnya mirip Sita Base Jam :p)

 

7. Ahmad Dhani & Andra Ramadhan – Kuldesak

Kalo ini tergolong MV epic. Lagu ini adalah soundrack dari film berjudul sama, film yang dibikin keroyokan 4 sutradara dan seharusnya tercatat sebagai tonggak kebangkitan dunia perfilman Indonesia (bukan Petualangan Sherina). Videonya epic karena figurannya banyak! Warna didominasi nuansa monokromatik dan sepanjang video dipenuhi aksi teatrikal. Di bagian yang syuting outdoor, ada scene dimana Ahmad Dhani seolah berjalan di atas air dan dikelilingi jamaah sekte pengikutnya (mungkin syutingnya di Sungai Yordan). Di bagian yang indoor, ada scene dimana figuran-figuran yang banyak ini terpojok di sudut ruangan dan meratapi tembok (ini mungkin di Yerusalem). Persis kayak iklan Essenza!

(((Essenza. No Tile Like It.))) *suara ngebas*

Best moment: Ahmad Dhani as Jesus (walking on the water) sama “Essenza moment”. Oiya, sama ada penampakan Ku Klux Klan lokal bertudung hitam :D

 

8. P-Project – Nasib Anak Kost

Pionir grup parodi musik di tanah air dan salah satu kelompok musik terlucu yang pernah ada. Ini single pertama dari album pertama mereka, memparodikan That’s The Way Love Goes-nya Janet Jackson. MV Nasib Anak Kost itu salah satu ide paling orisinil mereka dalam membuat video klip, karena video-video selanjutnya mulai terasa garing. Selain syuting di dalam ruangan, klip ini juga mengambil gambar di Taman Jurassic Park Indah. Go figure.

Best moment: Daan nyanyi sambil berenang ala Chintami Atmanagara, Joehana yang bergaya kayak Denny Malik, dan (lagi-lagi) lokasi syuting di Taman Jurassic Park Indah.. Wadefak banget :)))

 

9. Slank – Kalau Kau Ingin Jadi Pacarku

MV Slank yang pernah dapat award Video of the Year VMI Awards bukan yang ini, tapi Terbunuh Sepi dari album Generasi Biroe. MV lagu ini saya pilih masuk dalam list karena keunikan gaya pengambilan gambarnya. Video ini diambil dengan cara long shot (gambar diambil dalam satu take) kayak opening film Catatan Akhir Sekolah, atau yang paling baru kayak MV Project Pop yang Gara Gara Kahitna. Tingkat kesulitan pengambilan gambar kayak gini cukup besar karena jika ada kesalahan harus ngulang dari awal. Lokasi syuting terletak di Potlot 14, tanah suci para Slankers. Kamera cuma ngikutin pergerakan personel Slank (masih yang lama: Kaka, Bimbim, Pay, Bongky, Indra) dari awal sampe abis.

Best moment: sepanjang video itu best moment semua karena ga ada edit-editan

 

10. Peterpan – Menghapus Jejakmu

Bandung dan Dian Sastro. Dua hal yang paling menonjol dari video ini. Ini adalah single pertama Peterpan pasca cabutnya beberapa personelnya. Single barunya ini cukup catchy karena untuk pertama kalinya tidak ada suara keyboard yang biasa diisi Andhika. Menghapus Jejakmu konsepnya kuat, bercerita tentang cowok (Ariel) yang masih terus dibayangi masa lalu (Dian Sastro). Selayaknya bayangan, Dian Sastro jadi harus ngikutin apapun yang dilakuin Ariel di dalam video ini (termasuk ketika joged2 di atas meja.. mungkin lagi diospek). Yang bikin tambah mendukung adalah settingnya yang di Bandung. Gak semua di dalam kotanya sih karena ada yang diambil di Kota Baru Parahyangan, tapi scene di Braga (sepertinya di Braga *gak yakin*) sama pas di depan rumah bergaya kolonial di akhir-akhir video itu Bandung banget (plus hujannya).

Best moment: Bandung dan Dian Sastro

 

Honorable mentions:

Katon Bagaskara – Negeri Di Awan, Singiku – Kebebasan, Oppie – Bidadari Badung, Chrisye – Kala Sang Surya Tenggelam, Kla Project – Gerimis

Ada yang mau nambahin? :)

Cidade de Deus

Film Brasil terbaik (karena cuma satu-satunya) yang pernah saya tonton ternyata ada full version-nya di Youtube :D

Cidade de Deus (City of God) by Fernando Meirelles. Enjoy.