Yang Tersisa dari Interstellar

Ah, Interstellar… Satu-satunya film yang saya tunggu kehadirannya di tahun ini. Christoper Nolan + eksplorasi antar galaksi. Tentu sangat layak dinantikan. Juga sekaligus ingin ‘membalaskan dendam’ karena waktu Inception tayang gak sempet nonton di bioskop. Sekitar tiga jam tersedot ke dalam lubang hitam dan merasakan sendiri fenomena dilatasi waktu mini ketika waktu di dalam teater bergerak lebih lambat daripada di luar. Tiga jam yang hampir tak terasa. Tapi ketika semua usai dan credit title mulai ditayangkan terasa ada yang mengganjal. Pertanyaan demi pertanyaan hinggap di benak, menyisakan keingintahuan untuk googling lebih banyak :))

Tema tentang angkasa luar dan penjelajahan antariksa selalu menarik minat saya dari dulu: dari mulai era Star Trek: The Next Generation dengan awak USS Enterprise-nya yang tersohor itu hingga serial dokumenter Cosmos: A Spacetime Odyssey yang tayang belum lama ini. Semua karena keyakinan saya kalo alam semesta yang teramat luas ini rasanya sangat mubazir kalo hanya dihuni oleh umat manusia semata. Pasti ada suatu bentuk kehidupan lain nun jauh di sana, entah dalam bentuk paling primitif berupa bakteri dan protozoa (udah lama kan ga denger kata ini?) atau entitas dengan peradaban tingkat tinggi macam Autobots dan Decepticons.

Pertanyaan-pertanyaan yang tersisa paska nonton Interstellar akhirnya membuat saya terdampar di Youtube dan menemukan dokumenter The Science of Interstellar. Ini bukan sebuah feature behind the scene yang lazim diluncurkan bersamaan dengan rilisnya suatu film, tapi lebih berupa penjelasan-penjelasan ilmiah tentang fenomena-fenomena yang ada di film Interstellar. Sebuah tontonan yang sebenarnya tidak menawarkan pemahaman baru (karena di 13 episode Cosmos udah dikaji secara komprehensif), tapi mungkin cukup membantu bagi yang awam istilah-istilah dunia astrofisika. Ini juga versi yang lebih mudah dicerna daripada penjelasan dalam buku berjudul sama karangan Kip Thorne, fisikawan di balik pembuatan cerita Interstellar, yang sampai saat ini masih berupaya saya khatamkan. E-book berformat epub-nya bisa diunduh di sini.

Beberapa pertanyaan mendasar (seperti kenapa Cooper masih bisa hidup dan badannya utuh setelah terlontar dari pesawatnya dan masuk ke Gargantua, keberadaan worm hole yang masih hipotetikal, alternatif-alternatif planet pengganti bumi yang riskan karena mengorbit black hole, dsb.) memang masih belum terjawab setelah baca buku itu, namun bisa jadi jawabannya ada di bab-bab yang belum sempat saya baca. Postingan ini memang tidak dimaksudkan untuk mengulas film tersebut, tapi cuma ingin membagi kegelisahan yang sama dan nyoba mencari tahu jawabannya bareng-bareng juga untuk memenuhi target satu postingan per bulan. :))

Sebagai penutup, sebuah mixtape yang berisi lagu-lagu bertema/berjudul/berlirik seputar luar angkasa dan printilannya berikut kiranya bisa dijadikan teman membaca buku Kip Thorne tadi kalo udah diunduh. Idenya muncul waktu abis nonton Gravity tapi baru terealisasi sekarang (yah mumpung temanya masih sebelas-dua belas…). Introducing the songs from Lighthouse Family, Beastie Boys, Incubus, and many more.

 

*maafkan postingan sapu jagad yang nyampah gak jelas gini :))*

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s