Tentang Moto G

Ini sekadar review kecil-kecilan sih. Sebuah ulasan tentang produk yang belum genap seminggu ada di tangan saya: Motorola Moto G 16GB (insert hashtag: #riyaterselubung).

Hape ini dibeli secara online di Lazada, secara cuma mereka yang punya hak eksklusif untuk mengedarkan produk ini di Indonesia. Harga untuk yang 16GB sekitar Rp 2,2 juta (sudah termasuk PPN), sedangkan yang 8GB sekitar Rp 1,9 juta. Update terakhir dari websitenya: yang ready stock sekarang cuma yang 16GB. Ini free ongkir btw, jadi yang dibayarkan udah bersih sesuai harga bandrolnya. Bisa COD juga kalo masih ragu sama keamanan berbelanja online di situ. Cuma opsi itu gak saya pake karena gak punya duit cash sebanyak itu.. :)) *forza nyicil!*

Lazada membundling hape Moto G ini dengan kartu perdana Simpati yang konon bisa dapet internet gratis selama 6 bulan. Faktanya: promo itu hanya berlaku untuk nomor yang diaktivasi sebelum 31 Juli 2014. Jadi yang rencana mau beli sekarang ya… wassalam. :)) Keuntungannya jadi cuma dapet kartu perdana gratisan aja. Itu pun kalo mau dipake. Pengiriman barang sangat cepat. Order kamis malam, sabtu sudah terima barang. Dalam kemasan pengiriman, selain box Moto G beserta perabotan lenongnya (charger, earphone, dan buku manual), juga disertakan beberapa lembar brosur dan bonus tonik anti rambut rontok dari Clear (sungguh menarik untuk ditelaah korelasi antara pembelian produk hape dan bonus berupa produk perawatan rambut!)

Setelah proses unboxing, hape dinyalakan untuk pertama kali dan….waaaaaaaaahhhh… animasi bootloader-nya Motorola ternyata ciamik! Hape ini tampilan fisiknya sekilas rada mirip hape Andromax-nya Smartfren. Agak tebal dan curvy. Layar 4.5″-nya juga sebenernya kurang pas dalam genggaman saya yang sudah terbiasa dengan bentuk candybar klasik HTC One V yang handy. Bodinya pun berasa kurang ‘kokoh’, secara bukan didesain dalam bentuk unibody layaknya hape-hape premium papan atas dan ada bagian-bagian tertentu yang terbuat dari plastik (just like *cough* Samsung phones *cough*).

Moto G by default udah pake OS Android KitKat 4.4.2 (ini versi OS atau formasi bola?) dan gak lama setelah diaktifkan bakal ada OTA upgrade ke versi 4.4.4, OS Android paling mutakhir saat ini. Sekilas di KitKat gak ada perubahan yang mendasar dalam tampilan menu dibanding sama Jelly Bean. Masih berlatar belakang hitam dan dibagi dalam tampilan apps dan widgets. Swipe bawah-ke-atas dari home screen juga langsung masuk ke Google Now. Yang sedikit bikin pangling cuma notification centre-nya doang. Bentuknya jadi kek gini sekarang:

Kelemahan utama: gak ada tombol pengaturan untuk screen orientation!

Kelemahan utama: gak ada tombol pengaturan untuk screen orientation!

Sudah 4.4.4 (atau kalo di Tiongkok disebutnya 3A.3A.3A)

Sudah 4.4.4 (atau kalo di Tiongkok disebutnya 3A.3A.3A)

Berhubung Motorola (was) a Google company, dapat dipastikan Moto G bakal dapet urutan terdepan untuk upgrade ke OS Android L kira-kira akhir 2014 ini. Jadi lumayan buat investasi jangka panjang, ga perlu ganti-ganti handheld lagi buat nyicipin OS yang katanya bakal serevolusioner perubahan iOS 6 ke iOS 7.

Kembali ke fitur-fitur dasar, Moto G punya dua kelemahan yang bisa dibilang fatal dalam hal aplikasi bawaan standar suatu hape: gak ada aplikasi sound recorder dan aplikasi flashlight. Dua-duanya harus didonlot sendiri dari Play Store. Kelemahan lainnya yang cukup mengganggu adalah kualitas kameranya. Kamera belakang sebesar 5 MP dan kamera depan sebesar 1,3 MP menghasilkan gambar yang cenderung lebih gelap daripada warna aslinya. Menu yang berupa carousel/wheel bawaan Motorola pun kurang user friendly. Tidak adanya tombol shutter dedicated, baik di bodi hape maupun layar, juga lumayan bikin kagok (update: kalo udah diupgrade ke 4.4.4 jadi bisa gunain tombol lock/volume sebagai tombol shutter). Dan gongnya adalah: kameranya tidak memiliki fitur timer! Bayangkan, bagaimana nasib jama’ah al-selfieah akibat ketiadaan fitur penyokong narsisme publik ini? Solusinya untuk sementara adalah menginstal aplikasi Google Camera yang bisa menambal beberapa kekurangan dari aplikasi kamera bawaan Motorola ini.

Tampilan menu kamera Moto G yang kurang ens

Tampilan menu kamera Moto G yang kurang ens. Gak ada ‘tombol’ shutter-nya.

Itu kekurangannya. Kalo kelebihannya sendiri cukup banyak: prosesor udah quadcore yang menjamin kelancaran dalam penggunaan, layar udah Gorilla Glass yang bening dan anti gores, dapet tambahan kuota Google Drive 60 GB yang cukup mengkompensasi ketiadaan slot kartu memori, kemampuan dual SIM card biar ga lagi nenteng-nenteng 2 hape, dukungan OS yang dipastikan selalu ter-update, dst. dst. yang semuanya bisa didapatkan hanya dengan harga serendah itu. Desainnya sendiri pun gak mengecewakan, baik dalam hal perangkat keras maupun tampilan UI-nya. Tanpa dioprek-oprek pake custom ROM pun udah tjakep (ya daripada produk semsang.. *samsung lagi*). Moto G ini bisa dibilang smartphone kualitas premium setara produk-produk flagship dari brand-brand lain yang biasanya dilepas dengan harga > 6 juta, tapi dengan penampilan yang semenjana dan berpijak ke bumi.. #tsahh Sejauh ini sih gak ngerasa rugi ngebeli produk ini, dan mudah-mudahan seterusnya juga tetap berpandangan yang sama. It’s the best you can get for such price.

Pamer home screen B-)

Pamer home screen B-)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s