All Hail The King: A Tribute to Breaking Bad

5 seasons, 62 episodes, and countless death. Dari “Pilot” hingga “Felina”, Breaking Bad telah menjelma menjadi legenda pertelevisian dunia berkat jalinan ceritanya yang luar biasa, sinematografi yang fantastis, akting brilian, dan keputusannya untuk berhenti di saat yang tepat. Ya, seandainya serial tv ini berpanjang-panjang dalam bertutur mungkin nasibnya akan berbeda: membosankan dan terlupakan. Berhenti ketika masih di puncak kejayaan dan antusiasme pemirsa yang sedang tinggi-tingginya adalah keputusan bijak yang dengan suksesnya mengokohkan ke-legenda-an serial ini.

Meskipun telah tamat riwayatnya September lalu, saya baru sempat menonton serial ini dua bulan belakangan. Sebelumnya saya cuma mengikuti serial AMC lainnya: The Walking Dead, yang makin lama makin gak jelas jalan ceritanya. Gegap gempita dunia maya ketika Breaking Bad mengakhiri kisahnya tentu membuat siapa pun tergelitik untuk sekadar mencari tahu gerangan apa yang dimaksud. Solusi satu-satunya untuk turut larut dalam kegegapgempitaan ini adalah dengan menonton serial ini secara maraton (dengan berkas yang diperoleh secara ilegal tentunya). Ini sudah saya lakukan secara bertahap: season 1 & 2 diselesaikan dalam waktu seminggu (dan menghasilkan ini), 3 & 4 kurang lebih 5 hari, dan season terakhir hanya dalam kurun waktu 2 hari saja. Dan semua rasa penasaran terkikis habis berganti rasa hampa ketika tahu perjalanan ini telah menemui titik akhirnya.. :D #lebay

Ada terlalu banyak momen-momen monumental yang terekam dalam perjalanan 62 episode tersebut. Momen-momen yang terkadang membuat diri terhenyak dan geleng-geleng membayangkan ada orang sejenius ini yang bisa bertutur lewat pengkarakteran dan adegan-adegan yang agak ‘sinting’. Beberapa di antaranya saya coba rangkumkan dalam semacam award-award-an berikut:

>> WARNING: Jika tidak ingin mendapat spoiler karena belum nonton, lebih baik berhenti di sini, karena tulisan di bawah SEMUANYA mengandung spoiler :D <<

Best Teaser

Ciri khas Breaking Bad (BrBa) adalah teaser (opening) sekitar 4-5 menit yang mengawali setiap episodenya. Terkadang teaser-nya cukup klise, berupa sepenggal kisah yang mengawali/mengakhiri cerita pada episode itu. Namun, terkadang yang terjadi adalah teaser bersifat out of the box, gak pernah kepikiran kalo hal tersebut bisa dijadikan opening dari suatu episode serial drama di tv.

Beberapa teaser BrBa resmi menjadi favorit saya karena keunikan dan kenyelenehannya. Misalnya  adegan The Salamanca Cousins merangkak untuk menuju kapel pemujaan Santa Muerte (“No Más”, S03E01), yang sukses bikin penasaran tentang apa itu Santa Muerte, aksi Wendy menjajakan ‘jasa’ dan meth di “Half Measures” (S03E12), kiprah solo Mike Ehrmantraut menjinakkan pembajakan kartel Juárez (“Bullet Points”, S04E04), adegan opening full berbahasa Jerman di “Madrigal” (S05E02), dan tentu saja perjumpaan pertama di “Pilot” (S01E01). Tapi cuma dua yang menjadi all time favorite saya: teaser berupa lagu tentang Heisenberg dari Los Cuates de Sinaloa (“Negro y Azul”, S02E07) dan iklan TV Los Pollos Hermanos yang disambung dengan feature sistem distribusi blue meth di “Kafkaesque” (S03E09).

Untuk yang lagu Negro y Azul udah pernah saya kasih link-nya di postingan tentang BrBa sebelumnya di blog ini. Waktu pertama ngeliat itu mikirnya “Anjritt, kepikiran aja bikin beginian buat opening!” Di teaser itu gak cuma diliatin Los Cuates de Sinaloa pas lagi nyanyi, tapi juga kiprah Heisenberg yang bikin ketar-ketir pemain lama kancah belantika per-narkoba-an perbatasan Meksiko-AS macam kartel Juárez di latar belakangnya. Untuk yang Kafkaesque, reaksi saya juga sama: terkagum-kagum sama konsep opening-nya, melongo dari awal sampe akhir. Dari teaser episode ini juga baru ketauan kalo cara penyelundupan blue meth di sistem distribusi Los Pollos Hermanos adalah dengan mencelupkannya ke kontainer berisi adonan tepung bumbu ayam goreng. Well played, Gus Fring, well played.. :)

Jadi, Best Teaser pemenangnya ada 2: “Negro y Azul” (S02E07) dan “Kafkaesque” (S03E09).

Best Episode

Menentukan episode terbaik dalam BrBa adalah salah satu hal tersulit. Beberapa episode terlihat begitu menonjol dibandingkan yang lain. Favorit saya sebelum menonton Season 5 adalah “Grilled” (S02E02) ketika Walt dan Jesse ‘diculik’ Tuco Salamanca hingga akhirnya Tuco mati di-head shot Hank, “Peekaboo” (S02E06) yang dengan kelamnya memberi gambaran nasib anak dari ayah dan ibu pecandu narkoba, upaya penyelundupan imigran gelap Meksiko yang gagal di “No Más”(S03E01),”One Minute” (S03E07) yang mencekam di menit-menit terakhir waktu The Cousins makin mendekati targetnya, “Hermanos” (S04E08) yang bercerita tentang masa lalu Gus Fring dan dominasi percakapan bahasa Spanyol di sepanjang cerita, “Salud” (S04E10) tentang pembalasan sempurna Gus Fring atas kartel Juárez, dan tentunya episode finale Season 4 “Face Off” (S04E13) yang oh-sungguh-epic-sekali adegan di panti jompo itu.

Tapi daftar yang udah cukup panjang tadi makin bertambah panjang begitu memasuki season terakhir: season ke-5. Hampir semua episode di season ini bagus dalam segala hal, dan makin menggila di paruh keduanya (episode 9 hingga 16). Di season ini favorit saya adalah kisah train heist yang matang dan jenius di “Dead Freight” (S05E05), pembantaian simultan 10 narapidana yang lokasinya terpisah dalam waktu 2 menit saja di “Gliding Over All” (S05E08), dan tiga dari empat episode pamungkas: “To’hajiilee” (S05E13), “Ozymandias” (S05E14), dan “Felina” (S05E16).

Tentang Felina udah gak usah diperdebatkan kali ya, secara episode itu adalah series finale, penghujung dari kisah Walter White a.k.a. Heisenberg yang kehilangan segalanya karena coba-coba breaking bad. To’hajiilee juga suspense-nya berasa banget di sepertiga akhir episodenya, waktu menuju dan ketika berada di gurun tempat uang haram USD 80 juta dikubur.

But Ozymandias is in different league. IMDb mencatat bahwa episode ini mendapatkan rating 10/10 dari puluhan ribu voter, satu-satunya dalam sejarah (kalo saya gak salah). Ozymandias sendiri adalah judul sebuah puisi karya Percy Bysshe Shelley yang terbit tahun 1818 di Inggris yang bercerita tentang kejatuhan seorang petinggi dari kedudukannya (terinspirasi dari jatuhnya kekuasaan Ramses II di Mesir). Setiap bait dalam puisi tersebut ternyata berkorelasi dengan jalannya cerita di episode ini. Mulai dari ketidakberdayaan Walt setelah menyaksikan terbunuhnya Hank dan Gomez (“… Half sunk, a shattered visage lies, whose frown. And wrinkled lip, and sneer of cold command …”), hingga saat Walt menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya (“… “Look on my works, ye Mighty, and despair!” Nothing beside remains. Round the decay …”). Episode ini adalah saat ketika semua menjadi terungkap, terenggut, dan tercampakkan. Nyawa anggota keluarga, hasil jerih payah, masa depan keluarga, identitas pribadi, dan sebagainya. Episode ini juga menjadi saat terakhir Walt menjadi Walter White. Sesudah Ozymandias, Bryan Cranston hanya menjadi sosok seorang Heisenberg. Di episode ini dengan jelas digambarkan how the mighty has fallen. Sebuah keniscayaan yang pahit yang ditampilkan dengan ‘indah’ melalui referensi sebuah puisi yang baru saya ketahui belakangan.

Best Episode? Tentunya Ozymandias (S05E14)

Best Character

Keistimewaan BrBa lainnya adalah penokohan yang kuat. Tidak hanya karakter-karakter utama seperti Walter White dan Jesse Pinkman yang mencuri perhatian, bahkan karakter-karakter minor pun, macam Tuco Salamanca si bandar meth yang orangnya panasan, Wendy si PSK pecandu meth, Ted Beneke, duo o’on Badger & Skinny Pete, atau Huell dan Kuby, dua staf Saul Goodman yang bodor juga bukan cuma sekadar pelengkap. Beberapa karakter favorit saya diantaranya adalah Gustavo Fring (for his damn coolness), Saul Goodman (for his bizarre legal advise but somehow always rational), baby Holly (lucu banggets!), dan terutama Mike Ehrmantraut.

Aki-aki anak buah Gus Fring yang satu ini punya karakter yang top banget. Loyal, rasional, dan selalu penuh perhitungan dalam setiap langkahnya. Skill-nya lengkap: mulai dari penyadap lihai, sniper, ahli kamuflase, stalker, informan, ahli penghilang barang bukti, dll. Gak heran sih, dulunya bekas anggota kepolisian. Aksi menawan Mike bisa dilihat ketika melabrak gerombolan kartel Juárez yang coba menyandera Duane Chow (“Full Measure”, S03E13) dan ketika seorang diri menjinakkan pembajakan kartel Juárez (“Bullet Points”, S04E04). Mike juga seorang family man, terbukti dari duit haram hasil kerjanya yang sepenuhnya diperuntukkan buat cucunya kelak. Mike juga yang pertama kali menyadari potensi Walt untuk menjadi sosok yang sangat membahayakan. Sayang sekali karakter sekeren ini mesti mengakhiri hidup dengan cara yang kurang bombastis dan berujung di larutan hydrofluoric acid. :(

Shut the fuck up and let me die in peace.” – Mike Ehrmantraut

Best Character? Hands down: Mike Ehrmantraut.

Best Death

Gimana ya, kematian emang gak seharusnya dibikin kategori penghargaan sih.. Tapi secara BrBa isinya kematian dan pembunuhan melulu, hal ini jadi gak terelakkan. Saking banyaknya, kategori ini kayaknya harus dibagi dua: (1) best personal death untuk kematian seseorang dalam satu momen tertentu, dan (2) best mass death dimana kematian terjadi untuk beberapa orang dalam waktu yang bersamaan.

Untuk kematian yang terjadi secara personal, jumlahnya cukup banyak. Mulai dari kematian Emilio dan Krazy-8 di awal-awal season 1 hingga matinya Todd di tangan Jesse di series finale. Beberapa diantaranya cukup monumental seperti matinya bodyguard Tuco Salamanca di tangan bosnya sendiri waktu pertama kali transaksi dengan Heisenberg (“A No-Rough-Stuff-Type Deal”, S01E07), matinya Spooge, si pecandu meth, di tangan istrinya sendiri ketika kepalanya ditiban mesin ATM (“Peekaboo”, S02E06), Jane Margolis yang mati tersedak isi lambungnya sendiri sehabis mengkonsumsi heroin (“ABQ”, S02E13), kematian Tortuga (“Negro y Azul”, S02E07), Gale Boetticher (“Full Measure”, S03E13), Vincent, si tangan kanan Gus Fring (“Box Cutter”, S04E01), Gus Fring sendiri (“Face Off”, S04E13), Peter Schuler (“Madrigal”, S05E02), Mike Ehrmantraut (“Gliding Over All”, S05E08), Agent Gomez dan Agent Hank (“Ozymandias”, S05E14), sampe kematian Walter White sendiri di series finale (“Felina”, S05E16).

Dari semuanya, favorit saya ada 3: Tortuga, Victor, dan Gus Fring. Tortuga mati di tangan kartel Juarez dengan cara dipenggal pake kapak oleh The Cousins. Kepalanya yang telah terpisah dari tubuh kemudian ditancapkan di atas kura-kura yang juga telah dipasangkan detonator bom di tengah gurun. Victor mati di tangan bosnya sendiri, Gus Fring, karena dianggap udah bertidak di luar garis komando dengan coba memproduksi blue meth sendiri. Lehernya digorok dalam keadaan berdiri dan proses penyembelihan disaksikan oleh Walt, Jesse, dan Mike di dalam lab. Gus Fring mati setelah terkena bom yang ditaro di kursi roda Hector Salamanca. Sesaat sebelum menemui ajal, masih sempat keluar ruangan dengan muka ancur separo ala Two Face. Jika harus memilih di antara tiga itu, maka pembunuhan Victor yang jadi pemenangnya. Sumpah sadis banget itu Gus Fring.

Best Personal Death: Victor (“Box Cutter”, S04E01)

Kalo untuk kematian yang terjadi secara massal, meskipun ada beberapa, tapi yang paling diingat cuma tiga: kematian massal kartel Juarez akibat minumannya diracun Gus Fring (“Salud”, S04E10), kematian 10 orang narapidana eks mitra kerja Gus Fring oleh Uncle Jack dkk. (“Gliding Over All”, S05E08), dan matinya geng white supremacist pimpinan Uncle Jack oleh berondongan M-60 milik Walter White (“Felina”, S0516). Dari semua tadi, yang paling gila itu pas pembunuhan di “Gliding Over All”. Dalam dua menit, 10 nyawa yang tersebar di penjara-penjara seantero AS melayang. Proses eksekusinya juga beda-beda. Dan yang bikin tambah ‘sakit’, musik pengiringnya itu lagu swing jazz era 60-an yang nadanya riang gembira. Sakit jiwa emang ini yang bikin…

Best Mass Death: Mike’s lawyer and 9 Gus Fring’s associates (“Gliding Over All”, S05E08)

Best Quote

Quote (atau catchphrase) dari BrBa ada cukup banyak. Rasanya tiap karakter punya ultimate quote-nya sendiri-sendiri. Kayak “Tight! Tight! Tight!” milik Tuco Salamanca, atau “I fucked Ted.” dari Skyler White. Jesse Pinkman dengan “Yeah, science bitch!”-nya, Saul Goodman dengan “Better call Saul!”-nya, Hector Salamanca dengan “DING! DING! DING! DING! DING!”-nya :D, Mike Ehrmantraut dengan “Just because you shot Jesse James, don’t make you Jesse James“, sampe Gustavo Fring yang punya quote terkenal cukup panjang dengan makna dalam: “… And a man, a man provides. And he does it even when he’s not appreciated, or respected, or even loved. He simply bears up and does it. Because he is a man.” Tapi untuk the best quote, biarlah itu menjadi milik sang tokoh utama, Walter White. Quote ini diambil dari episode “Cornered” (S04E06):

Who are you talking to right now? Who is it you think you see? Do you know how much I make a year? I mean, even if I told you, you wouldn’t believe it. Do you know what would happen if I suddenly decided to stop going into work? A business big enough that it could be listed on the NASDAQ goes belly up. Disappears! It ceases to exist without me. No, you clearly don’t know who you’re talking to, so let me clue you in. I am not in danger, Skyler. I am the danger. A guy opens his door and gets shot and you think that of me? No. I am the one who knocks!

Worst Episode

Sebagus apapun BrBa ini ternyata juga ada satu episode yang menurut saya jelek banget dan gak berguna. Episode “Fly” di S03E10 mayoritas diambil gambarnya di dalam lab, membuatnya jadi sangat monoton. Dialog-dialog panjang antara dua tokoh utama, Walt & Jesse, menurut saya ngebosenin. Inilah satu-satunya episode BrBa dimana tangan saya memencet tombol fast forward. Isi ceritanya pun intinya cuma…. nangkep laler di dalam lab :| Kayaknya kalo episode ini diilangin dari keseluruhan season 3 juga gak ngaruh sama jalan ceritanya deh. Saking insignificant-nya..

Tapi ternyata di beberapa forum diskusi, episode ini justru dianggap brilian oleh segelintir orang. Cuma beda tipis kualitasnya dari Ozymandias. Heh, berkualitas dari Hong Kong! Mungkin saya emang gak dikaruniai citarasa seni nan adiluhung seperti para film snob itu. Otak saya gak mampu mencerna keindahan di balik episode yang katanya brilian ini. Pokoknya kalo ditanya cacatnya Breaking Bad ya cuma satu: episode “Fly” ini.

Worst Episode: “Fly” (S03E10)

Best Lookalike

Saul Goodman pernah ngaku-ngaku sebagai Kevin Costner meskipun gak mirip sama sekali (not even close, man!). Kugy, si bodyguard dan staf serabutannya, juga kalo diliat-liat (dari jauh) rada mirip Simon Pegg. Agent DEA Steve Gomez, partner setia Hank, setelah numbuhin brewok sekilas juga mirip Jamal Mirdad.. (makin jauh! :D) Sama pemeran The Salamanca Cousins juga mirip banget satu sama lain (well yeah, that’s because they’re twins. D’uh!)

Tapi gak ada yang nyaingin kemiripan orang di bawah ini dengan salah satu aktor kenamaan Holywood.

Meth-DamonMatt Damon + John Arne Riise = Todd Alquist

Best Female Character

Menemukan sosok best (baca: hottest) female di serial yang didominasi batangan ini rada susah. Justru kalo nyari yang worst gampang banget: si Wendy sama si istri psikopat yang nibanin kepala suaminya pake mesin ATM menang mutlak lah pastinya. Jadi di serial ini cewek-cewek yang menonjol (no pun intended) cuma Skyler White, Marie Schrader, Jane Margolis, Andrea Cantillo, Lydia Rodarte-Quayle, sama sekretarisnya Saul :D. Dua tokoh yang paling sering nongol adalah Skyler dan Marie. Dari keduanya, awalnya sosok Skyler terlihat lebih hot dan ‘waras’ ketimbang saudara kandungnya, Marie, yang klepto dan ember. Tapi makin kesini Skyler justru makin bitchy dan nyebelin mirip-mirip Lori Grimes dari The Walking Dead. Sebaliknya, Marie makin menunjukkan inner beauty-nya (halah) dan mengungguli ke-atraktif-an Skyler. Lagian kalo diliat-liat lagi emang cakepan Marie sih, hahaha…

Best Female Character: Marie Schrader, sang (akhirnya) janda ungu

Best Twist

Kandidat best twist yang saya ingat cuma tiga: waktu Walt berkunjung ke markas Tuco untuk nganterin meth yang ternyata adalah fulminated mercury (“Crazy Handful of Nothin”, S01E06), waktu agent-agent DEA El Paso menunggu kedatangan Tortuga, sang informan, yang ternyata tinggal kepalanya doang dan menjadi detonator ledakan bom (“Negro y Azul”, S02E07), dan ulah ‘iseng’ Walt terhadap duo pemilik Gray Matters yang seolah-olah telah menyewa sniper untuk membuntuti mereka padahal ternyata adalah Badger dan Skinny Pete (“Felina”, S05E16). Yang terbaik? Kayaknya yang terakhir deh, semata karena paling fresh dan paling baru diinget haha. Gak nyangka aja kalo ternyata bidikan laser khas senapan sniper itu cuma boong-boongan dan lebih-lebih pelakunya si duo geblek itu lagi :D

Best Twist: Badger & Skinny Pete’s fake gun laser pointer to the Schwartz couple (“Felina”, S05E16)

Best Potential for a Spin-Off

AMC udah mengumumkan bahwa karakter Saul Goodman akan dibikin spin-off nya dengan judul “Better Call Saul” yang akan mengisahkan tentang kehidupan Saul sebagai pengacara eksentrik sebelum berbagi penggalan kisah hidup yang sama dengan Walter White dkk. Sebenernya menurut saya masih ada beberapa karakter lagi yang layak dibikinin spin-off. Badger dan Skinny Pete misalnya, bisa dibikinin serial tersendiri. Saya ngebayanginnya ntar jadinya kayak Beavis and Butthead sih hahaha.. Kisah Gus Fring dan Los Pollos  juga layak difilmkan sih. Gimana dia dari seorang imigran Chile bisa merantau ke Meksiko dan akhirnya sukses menjadi pengusaha jaringan restoran cepat saji di AS. Satu lagi mungkin kisah corporate crime yang terjadi di Madrigal Electromotive dan anak perusahaannya bisa dijadikan inspirasi untuk serial tv baru. Bisa kerjasama Jerman-AS-Meksiko mungkin? :D

Best Potential for a Spin-Off: Banyak! Liat tulisan di atas aja ye..

Setelah menamatkan BrBa emang kayaknya campuran antara lega dan nelongso. Lega karena akhirnya namatin serial ini juga setelah berminggu-minggu, nelongso karena perasaan “now what?” yang tersisa itu.. :D Kayaknya selanjutnya bakal ngikutin Game of Thrones biar bisa ngerti konteks dari ribuan jokes dan meme di internet yang GoT-related. Tapi mungkin intensitas dan frekuensinya gak seintensif waktu marathon BrBa ini (well, who knows? hehe) Ini juga sekaligus postingan terakhir di tahun 2013. Selamat memasuki tahun yang baru broer and zus sekalian.. :)

Advertisements

4 thoughts on “All Hail The King: A Tribute to Breaking Bad

  1. episode lalat itu menurutku cuma pengen nunjukin sifat walter yg perfeksionis. gak mau ada kesalahan sedikitpun. kira2 begitu :))

    kalo kematian favoritku adalah Lydia. meskipun gak diliatin dia mati tapi telpon walter menjelang kematiannya itu yg bikin keren

  2. Great article sob, gw baca ini tepat setelah nonton final episode-nya breaking bad. Sebenarnya masih penasaran sama serial ini, abis kematian jack dkk. Jesse pinkman kan kabur tuh sob, nah gmn nasib jesse stlh itu sebenarnya masih menimbulkan tanda tanya sama gw atau malah penonton lain. secara dia jg ninggalin sidik jari di markas si jack, maka, jesse pasti terbukti membunuh todd dgn borgolnya. nah nasib dia abis itu gmn sbnarnya, penonton harusnya di kasi tau, apa kabur bebas, trs jalani hidup baru atau malah tetap ke penjara??

    • Salah satu fan theory bilang gini: Jesse Pinkman kabur pake mobil dari tempatnya Jack, menemukan passion baru di dunia balap, dan jalan nasib kemudian menuntunnya jadi pemeran utama di Need For Speed :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s