Things I’ve learned from Breaking Bad (so far)

Untuk ukuran orang yang tidak bisa membaca tabel periodik, apalagi menyetarakan reaksi (maklum, anak IPS..), TV series Breaking Bad berhasil membuat sinisme saya terhadap pelajaran kimia perlahan terkikis. Kira-kira sama seperti waktu saya baca Freakonomics dan Soccernomics yang sukses mereduksi rasa antipati terhadap ilmu ekonomi. Breaking Bad emang gak semata hanya tentang kimia, reaksi kimia, transformasi unsur & molekul, dsb., tapi sebagai cerita yang menitikberatkan pada perubahan seorang guru kimia SMA menjadi produsen dan pengedar narkoba, tentu saja pengetahuan tentang kimia menjadi hal yang dominan di sini.

Akan tetapi, sebuah tontonan yang bagus tentunya tidak hanya memperkaya pemirsanya di satu bidang keilmuan tertentu saja. Banyak hal baru yang saya baru ketahui (atau lebih tepatnya: memancing saya untuk mencari tahu sendiri lebih lanjut) setelah mengikuti serial TV yang sudah tamat riwayatnya beberapa bulan lalu ini. Padahal ini cuma baru dari dua season yang telah khatam saya tonton. Belum lagi tiga season sisanya yang masih menanti untuk dipindahkan ke cakram padat di komputer jinjing saya. Senarai yang saya susun di bawah ini sangat mungkin ada lanjutannya setelah semua episode kelar ditonton, tapi untuk sementara ini, inilah hal-hal yang saya pelajari/ketahui paska menonton Breaking Bad season 1 dan 2:

1. Bedanya meth vs heroin vs kokain

tumblr_mebo24ZakX1qzqytgo1_400

Breaking Bad is a story about meth. Meth(amphitamine) sendiri (yang di Indonesia dikenal sebagai ‘sabu’) adalah produk narkotika yang sepenuhnya buatan manusia. Meth dibuat di lab-lab rumahan (termasuk di dalam RV* milik Walt dan Jesse) dengan cara mencampurkan beberapa bahan kimia dan melalui proses yang keliatannya njelimet untuk orang awam. Sedangkan heroin dan kokain murni berasal dari alam yang kemudian diekstraksi oleh campur tangan manusia. Heroin diekstrak dari getah bunga poppy spesies tertentu yang masih kuncup, sedangkan kokain didapat dari buah koka. Hasil akhir produksi meth berupa kristal, sedangkan heroin dan kokain berupa serbuk. Meth umumnya dikonsumsi dengan cara dibakar dalam bong/pipe trus asapnya dihisap (kecuali sama Tuco Salamanca yang demennya diancurin trus di-snort… *TIGHT! TIGHT! TIGHT!*), sedangkan heroin disuntikkan ke aliran darah, dan kalo kokain biasanya dihirup.

Perbedaan lain yang sangat mendasar adalah pada efeknya. Meth dan kokain sama-sama bersifat stimulan, jadi penggunanya setelah make malah jadi hiperaktif dan kelebihan energi. Sebaliknya, heroin adalah jenis opiate yang artinya setelah make, si pemakenya dipastikan bakal nge-fly dan cenderung menjadi lebih pasif. To simplify: meth and cocaine makes you up, while heroine will make you down. Yang ngebedain meth dan cocaine adalah, sebagaimana yang dikatakan Hank Schrader: “Meth is poor man’s cocaine”. Meth (jauh) lebih murah daripada kokain karena lebih mudah diproduksi secara massal dengan efek yang sama. Yah ibarat kata kalo kejadiannya dimari mah meth murah gegara bisa dibeli ketengan kali yak..

*) Dari serial ini juga baru tau kalo RV = Recreational Vehicle… *kini ku tauu*

2. Make meth? Siap-siap gigi rusak

Apakah ini dikarenakan meth mengandung kadar gula yang tinggi sehingga merusak email gigi? Otidak, tentu tidak. Bahkan seandainya ada inovasi baru produk meth yang mengandung fluoride pun tetap saja bakal merusak gigi anda. Ini disebabkan karena konsumsi meth, yang bersifat (bukan rasanya ya) asam, akan membuat produksi air liur berkurang drastis dan menyebabkan kondisi kering di dalam mulut. Padahal liur adalah pelumas alami mulut, sedangkan orang yang sedang dalam pengaruh meth kerap ‘menggerus’ giginya sendiri. Belum lagi efek stimulan yang disebabkan meth, yang menyebabkan si pengguna jadi tiba-tiba butuh asupan gula & karbohidrat dalam jumlah besar yang turut memperparah kondisi. Di season 1 ciri gigi rusak pengguna meth ini diceritain waktu Hank ngajak Walt Jr. ke tempat-tempat rawan pengedaran narkoba dan nemuin PSK + drug addict (lupa episode berapa). Hmmm… I suddenly thinking about Bimbim Slank before he’s going to rehab.. Meth, eh?

3. Mutilasi itu ketinggalan jaman

Abis bunuh orang dan bingung mau ngilangin jejak jenazahnya sekaligus bukti keterlibatan yang menempel di situ? Solusi berupa mutilasi itu udah obsolete… kuno! (well, unless you’re Benget Situmorang.. :p). Jadilah pembunuh yang cerdas dan berdedikasi dan sadar iptek serta ipoleksosbudhankam. Gunakanlah cara-cara modern seperti… melarutkan mayat dalam hydrofluoric acid! Sebelumnya, pastikan terlebih dahulu bahwa anda hanya menggunakan wadah berupa plastik (paling cocok kontainer-kontainer plastik ukuran sedang yang biasa buat jualan kue basah tuh) karena gak akan ikut larut dalam cairan tersebut. Jangan pernah mikir praktis kayak Jesse yang langsung naro mayat di bathtub (tanpa dipotong-potong) trus merendamnya dengan cairan itu, karena hydrofluoric acid bakal melarutkan besi, batu, kaca, dan keramik. Setelah dipotong-potong sesuai selera dan ditempatkan di kontainer, tuangkan hydrofluoric acid sampai terendam sempurna, diamkan dalam suhu kamar, angkat, lalu bilas dan jemur di bawah sinar matahari dan voila, sup organik telah siap dihidangkan dan mayat yang tadi dibunuh kini telah beralihrupa menjadi produk likuid. Tapi inget, abis itu jangan dibuang di pinggir jalan tol juga.. (bukan kenapa-napa, gak efisien aja)

*i feel like a psycho by writing this… -_-*

4. Fulminated mercury is the bule version of petasan banting

download

But with heavier damage, of course. Scene ini muncul di season 1 waktu Walter beranjangsana ke markas Tuco Salamanca untuk mengkonfirmasi perlakuan drug kingpin tersebut terhadap Jesse Pinkman. Fulminated mercury (entah padanan Bahasa Indonesianya apa) ini ternyata bisa dibuat sedemikian rupa menyerupai kristal meth dan sekali banting untuk sebongkah kecil aja bisa menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat. Tapi itu versi series ini sih. Untuk pembuktian ilmiahnya apakah memang fulminated mercury bisa berdampak sefatal itu (termasuk tentang hydrofluoric acid tadi) bisa dicek di mari.

5. Jangan tidur telentang sehabis mengkonsumsi heroin

Ini terdapat di penghujung season 2 di scene ketika Jane Margolis akhirnya meninggal karena tersedak isi perutnya sendiri setelah Walt gak sengaja nyenggol dia dari recovery position menjadi posisi tidur telentang. Konsumsi heroin akan membuat penggunanya menjadi tidak sadarkan diri, dan dalam kondisi demikian, beberapa otot/organ tubuh tidak dapat berfungsi normal. Seperti katup antara kerongkongan dan tenggorokan yang akan mengendur paska konsumsi heroin. Akibatnya bisa menyumbat jalan pernapasan, atau membuat isi perut mengalir keluar melewati kerongkongan dan membuat tersedak yang semuanya dapat berujung pada kematian. So the next time you using heroin, make sure you sleep on your side. Ngiler lebih baik daripada mati…

6. Never judge a book by its cover

This tweet sums up the whole story :)) Bayangkan orang seramah dan sesopan Gustavo Fring (dan mirip Obama juga), pemilik dari jaringan resto fa(s)tfood Los Pollos Hermanos, ternyata adalah seorang bandar meth kelas kakap yang menggunakan waralabanya ini sebagai sarana pencucian uang haram (ini juga lesson learned: kalo berbisnis haram macam jual beli drugs gini sebaiknya juga punya usaha sampingan. Biar duit dari hasil bisnis haramnya bisa diputer dan peningkatan kemakmuran gak terlalu mencolok). Looks can be very deceiving indeed.

7. Mexicans are just like Bataknese

Kembali ke pelajaran bahasa Indonesia tentang pelafalan huruf ‘e’. Ada ‘e’ taling (untuk kata-kaya kayak ‘enak’, ‘tempe’, dll) dan ada ‘e’ pepet (untuk kata-kata kayak ‘mengerti’, ‘enau’, dll). Untuk membedakannya dengan ‘e’ taling, ‘e’ pepet terkadang juga ditulis ‘ə’. Nah, nama “Heisenberg” setau saya dilafalkannya dengan ‘e’ pepet, atau dibaca “Haisənbərg”. Tapi di lagu “Negro y Azul” yang dinyanyikan Los Cuates de Sinaloa ini, nama “Heisenberg” dilafalkan “Haisenberg”, dengan ‘e’ taling selayaknya jika orang Batak menyanyikan lagu yang sama. Oiya, lagu ini muncul di opening episode yang berjudul sama di season 2, menjadikanya salah satu opening serial tv yang paling memorable. Sebenernya kalo dipikir-pikir kesamaan orang Mehiko sama orang Batak gak cuma di pelafalan huruf ‘e’ aja, tapi gaya bermusik dan olah vokal mereka juga mirip banget. Mungkin harus ada revisi dari teori yang menyebutkan suku Batak adalah the lost tribe of Israel. Bisa jadi sebenernya mereka adalah the lost tribe of Los Mexicanos, nenek moyangnya berasal dari Guadalajara.. :))

8. Albuquerque ternyata bukan ibukota New Mexico

Ibukota New Mexico ternyata adalah Santa Fe, namun dipastikan kota itu akan kalah pamor dibandingkan Albuqurque (susah amat sih namanya!) jika berbicara tentang New Mexico, apalagi setelah adanya Breaking Bad ini. Meskipun menyandang nama “New Mexico”, sebenernya negara bagian ini gak memiliki batas wilayah terpanjang dengan Meksiko. New Mexico masih kalah sama Arizona dan Texas dalam hal berbagi batas teritori dengan Meksiko. New Mexico lebih mirip sama California dalam hal ini.

Sejauh ini baru 8 hal itu tadi yang kepikiran, mungkin bakal nambah setelah nyelesein season-season sisanya. Ternyata hampir semuanya mengandung spoiler nih, hahaha.. *spoiler warning* *ditaronya di belakang* *anti menstrim*

Advertisements

One thought on “Things I’ve learned from Breaking Bad (so far)

  1. Pingback: All Hail The King: A Tribute to Breaking Bad | kehendakbaru[dot]wordpress[dot]com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s