Kartu Commet

Jumat kemarin akhirnya saya membeli Kartu Commet, kartu yang dimaksudkan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek sebagai perintis dimulainya e-ticketing  (yang entah kapan akan mulai dilaksanakan). Dibeli di Stasiun Kranji seharga Rp 357.000 dengan rincian harga kartu perdana sebesar Rp 20.000 dan harga trayek bulanan sebesar Rp 337.000. Cukup mahal memang, tapi buat saya itu udah sangat menguntungkan.

Imag0135-1

Dapet struk juga pas beli perdana

Menguntungkan? Tentu saja sangat menguntungkan jika digunakan oleh orang yang setiap harinya harus menempuh dua relasi KRL yang berbeda. Kebetulan saya sejak bulan Agustus lalu untuk sementara harus menjalani rute Bekasi-Depok, dimana rute tersebut merupakan gabungan dua relasi perjalanan KRL, yaitu Bekasi-Jakarta dan Jakarta-Depok dengan transit di Manggarai. Nah, ongkos untuk menempuh rute tersebut cukup mencekik leher, terlebih pasca kenaikan tarif KRL per 1 November lalu. Tiket terusan Commuter Line Bekasi-Depok harus ditebus dengan harga Rp 16.500 (BKS-JKT Rp 8.500 + JKT-DPK Rp 8.000). Jika dihitung pergi-pulang maka setiap harinya harus merogoh kocek Rp 33.000. Kalikan dengan 5 hari per minggu, totalnya menjadi Rp 165.000. Kalikan 4, maka total pengeluaran untuk ongkos sebulan jadi Rp 660.000 (!). Itu belum ngitung buat makan pula. Gaji PNS rendahan kayak saya mah kagak bakalan nutup.. *hiks*

Dengan kondisi kayak tadi, maka pilihan untuk meminimalisasi pengeluaran adalah (1) berhenti naik KRL dan cari moda transportasi lain, (2) mengurangi naik Commuter Line dan ganti dengan naik KRL Ekonomi yang, sesuai namanya, lebih ekonomis (tapi memprihatinkan), (3) puasa gak makan di kampus yang minimal sehari keluar duit ceban, atau (4) beli kartu Commet dan memanfaatkan celah di sistem yang belum sempurna. Opsi pertama langsung di-skip karena ogah banget naik kendaraan umum selain KRL untuk menempuh jarak sejauh itu dan kendaraan pribadi juga belum ada. Opsi kedua sebenarnya cukup memungkinkan, tapi karena sekarang KRL Ekonomi jadi rada jarang, jadwalnya kadang gak sesuai dengan kebutuhan. Lagipula udah keenakan kena AC dan males kalo harus desek-desekan lagi. Opsi ketiga… pengen sih.. tapi saya lapar… Cuma opsi keempat yang paling feasible, hanya saja masalahnya waktu itu PT KAI sedang vakum nerbitin kartu Commet baru jadinya terpaksa harus ngeteng terlebih dahulu dan membuat anggaran transportasi membengkak.

Nah, dengan kartu berisi saldo Rp 337.000 ini, saya jadi bisa mengeliminasi komponen tiket JKT-DPK karena cukup beli yang BKS-JKT. Bandingin aja Rp 660.000 dengan Rp 337.000. Hampir separo ongkos sebulan yang harus dikeluarkan kalo beli karcis ketengan. Hal ini juga disebabkan karena masih belum sempurnanya sistem Commet itu sendiri sih. Mestinya kan (kalo sistemnya udah berjalan sempurna) setiap kali tapping kartu di pintu masuk dan keluar, saldo di kartu pun otomatis terpotong sesuai tarif rute yang ditempuh, tapi karena ini masih dalam tahap ujicoba, Commet hanya digunakan sebagai pengganti KTB (Kartu Trayek Bulanan) atau yang dalam bahasa Ibrani disebut Abo(demen). Jadi cuman buat semacem boarding pass buat masuk-keluar peron aja gituuuhhh…

Intinya, Commet akan berguna banget buat yang naik KRL melalui dua relasi perjalanan karena akan meminimalisir biaya. Kalo untuk yang cuma satu relasi perjalanan aja mah mendingan beli karcis ketengan, apalagi kalo ke tempat aktivitasnya gak setiap hari. Jatuhnya malah rugi kalo beli Commet. Gak tu juga apakah nanti PT KCJ bakal ngejual perdana lagi awal bulan depan karena kalo beli sekarang sepertinya udah out of stock. Di pamfletnya sih disuruh ngelampirin fotokopi KTP, tapi waktu saya beli sih gak dimintain tuh, cuma ngisi formulir sama bayar di loket aja, tapi gak ada salahnya disiapin buat jaga-jaga. Satu hal yang rada nyebelin adalah untuk top-up kartu setiap bulannya masih harus datang ke loket dan bayar di sana. Padahal ini sudah tahun 2012, mestinya bisa dipermudah untuk payment channel-nya melalui kerjasama dengan bank-bank nasional. Mudah-mudahan bisa segera diwujudkan, tapi untuk sistem overall-nya gak apa-apa masih kayak gini dulu. Biar saya bisa ngirit hehehe…

Imag0133-1-1

Been there, done that, got the ticket Commet!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s