Roker Juga Manusia

Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya kalo menjelang Lebaran, perjalanan KRL tidak akan berhenti di Stasiun Gambir (GMR) maupun Pasar Senen (PSE) dalam kurun waktu tertentu (biasanya H+7 hingga H-7). Hal yang sama juga terjadi tahun ini ketika PT KAI mengumumkan bahwa antara tanggal 14 s/d 26 Agustus 2012 (lupa-lupa inget tanggal pastinya), KRL Commuter Line tidak berhenti (atau jika menggunakan istilah mereka: berjalan langsung) di Stasiun Gambir. Ah, tradisi lama yang berulang dan kami pun mafhum. Demi kepentingan yang lebih besar: daya tampung stasiun yang lebih leluasa bagi para pemudik untuk pulang ke kampung halaman dan kembali lagi ke Jakarta. Sudah biasa, lagipula cuma semingguan, dan pada saat itu pun memang cuti bersama. It’s not a big deal.

Namun tidak.

Kenyataannya, pada hari Jumat 24 Agustus, tiba-tiba ada pengumuman bahwa ada perpanjangan masa tidak berhentinya KRL hingga tanggal 31 Agustus. Padahal saat itu sudah melewati puncak arus balik dan banyak karyawan yang telah aktif bekerja. Ternyata harus menunggu seminggu lagi bagi rombongan kereta (roker) basis Gambir seperti saya untuk bisa ‘menikmati’ rutinitas perjalanan seperti sedia kala. Baiklah, mungkin memang mau digenapkan sampai akhir bulan. Toh satu pekan bukan waktu yang lama.

Ternyata salah.

Jumat 31 Agustus 2012 sore saya dapet info dari akun @krlmania kalo aturan bahwa KRL Commuter Line tidak berhenti di GMR dan PSE kembali diperpanjang hingga tanggal 30 September 2012. Wait, what? ONE MORE MONTH?! dan pemberitahuan itu kembali diberikan pada menit-menit terakhir, seolah-olah tidak ada implikasinya bagi para pengguna jasa. Satu bulan jelas bukan waktu yang singkat, dan kali ini ke(tidak)bijakan tersebut menuai resistensi tinggi. Tidak ada lagi pemakluman seperti sebelum-sebelumnya. It’s not like a week or two, it’s a full one month. 

Ada beberapa hal yang bikin gondok dari polemik berhenti-nggaknya KRL CommLine di Gambir ini:

Pertama, pemberitahuan yang selalu disampaikan secara dadakan. Seolah tidak ada perencanaan yang matang. Pengguna jasa hanya akan memaklumi periode jalan-langsung yang pertama, yaitu pada saat puncak arus mudik-balik Lebaran 2012. Itu memang agenda tahunan dan pemberitahuannya sudah dilakukan dari awal bulan Agustus. Namun setelah itu? Pffft.. Pemberitahuan hanya dilakukan melalui secarik kertas yang ditempel di loket dan diumumkan melalui pengeras suara di peron pada H-1 pemberlakuan perpanjangan tersebut. Model pemberitahuan yang dadakan ini juga mengundang kekhawatiran tentang kapan “closed door policy” untuk GMR dan PSE ini akan berakhir: apakah benar hanya sampai akhir September, atau akan diperpanjang lagi seperti kemarin-kemarin, atau malah jadi permanen untuk seterusnya?

Kedua, alasan yang sulit diterima. PT KAI beralasan bahwa perpanjangan masa jalan-langsung KRL di GMR dan PSE ini untuk meningkatkan pelayanan sistem boarding pass yang konon cukup sukses waktu Lebaran kemarin. Pertanyaannya: apakah hal itu otomatis meniadakan hak para pengguna KRL atas akses ke GMR/PSE? Zero sum game?? Apa gak ada solusi lain agar KRL bisa berhenti di GMR/PSE tanpa mengganggu proses ‘perbaikan layanan’??? Rasanya kami juga punya andil dalam pemasukan PT KAI, malah frekuensi kami menggunakan jasa PT KAI bisa jadi lebih sering dari para penumpang KA jarak jauh. Lagipula, penetapan waktu 1 bulan itu dari mana? Apakah sudah ada analisa dulu tentang dampaknya? Kebijakan boarding pass itu setau saya (sebagai pengguna tetap Stasiun Gambir setiap pulang ngantor) sudah diberlakukan beberapa bulan sebelum Lebaran, dan pada waktu itu tidak ada masalah (meskipun memang masih ada toleransi sana-sini). Calon penumpang KA jarak jauh harus lolos dari pemeriksaan di pintu masuk peron, bukan di atas peron, dan tidak ada masalah berbaur dengan para penglaju ketika sudah di atas peron. Jika memang ini untuk peningkatan sistem pelayanan boarding pass whatever itu, saya mengharapkan peningkatan yang luar biasa dari kerja satu bulan dua minggu itu, dan sepadan dengan pengorbanan para pengguna jasa KRL.

Ketiga, ketiadaan kompensasi. Ah, bicara tentang kompensasi dari penyedia jasa di republik ini seperti menggantang asap. Saya masih beruntung bisa menjangkau kantor dari Gondangdia dengan berjalan kaki vice versa, meski tetap lebih nyaman jika pulang ke Bekasi dari Gambir. Namun, berapa banyak yang tidak seberuntung saya, yang terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencapai tempat beraktivitas karena KRL tidak berhenti di GMR/PSE? Gambir itu stasiun sentral padahal, menjadi tempat interkoneksi bagi moda-moda transportasi lain (i.e. DAMRI Bandara & TransJakarta), dan posisinya strategis di pusat kota. Aneh kalo akses ke situ malah ditutup dan pengguna jasa terpaksa harus beralih ke Gondangdia atau Juanda untuk sementara. Mending kalo stasiunnya sama nyaman dan memadai, ini nggak: gelap, kotor dan penuh sesak. Kalo Gambir bisa ditutup sementara karena alasan ‘perbaikan layanan’, seharusnya suatu saat hal yang sama juga bisa dilakukan di Gondangdia (dengan catatan stasiunnya harus benar-benar direvitalisasi jadi lebih kinclong).  

Sebenernya masih banyak hal yang bikin gondok lainnya, namun sementara yang kepikiran hanya tiga itu. Ironis memang, di saat media ramai memberitakan kemajuan yang dicapai PT KAI selama musim mudik Lebaran, harus ada kebijakan yang menyengsarakan para pengguna jasa seperti ini. Seolah-olah para penglaju hanya menjadi pariah yang tidak layak diprioritaskan, mulai dari perjalanan keretanya yang selalu mendahulukan KA jarak jauh (roker Bekasi sangat paham hal ini), hingga ditutupnya akses untuk stasiun yang kini eksklusif untuk pengguna KA jarak jauh. Lebih-lebih, harga tiket CommLine untuk semua relasi akan naik Rp 2.000 per tanggal 1 Oktober 2012, tepat ketika GMR dan PSE seharusnya kembali ‘dibuka untuk umum’. Smells something fishy? I did too. Semoga petinggi-petinggi PT KAI bisa kembali memiliki akal sehat, karena kerja keras mereka memperbaiki citra perkeretaapian nasional tidak akan berguna jika selalu mengecewakan para penglaju ibukota.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s