Akhirnya…

Ini pertama kalinya saya menggunakan iMac. Lebih tepatnya menggunakan iMac dengan Mac OS X Version 10.6.4. Kenorakan memang tiada batasnya :p

Screen_shot_2012-08-10_at_2

Berikut review singkat dari si orang norak:

  • Mouse-nya rada susah dikendalikan. Tangan harus bolak-balik meregang jauh sekadar untuk navigasi halaman. Atau mungkin karena saya gak tau gimana cara mengoptimalisasinya aja ya? Cukup menyulitkan untuk yang biasa pake klik kanan. Buat nge-scroll pun harus mengandalkan duh-apa-ya-itu-namanya-sebut-aja-scrollan-deh yang cuma seukuran trackball BB. Untuk hal ini, mouse standar PC Windows FTW.
  • Frequent Windows user juga akan cukup terganggu dengan penempatan duh-apa-lagi-sih-istilahnya-tiga-tombol-itu yang menjadi berada di kiri atas window. Untungnya saya sudah terlatih dan terbiasa untuk menggunakan tombol close-minimize-maximize di Ubuntu yang sama-sama terletak di sebelah kiri atas, jadi gak begitu canggung dengan perubahan letak ini. (Bitch please, i even changed my Ubuntu theme to be Mac-like a year ago… :))
  • No numeric keypad? Really? Mungkin itulah mengapa teller-teller di bank jarang yang dibekali Mac sebagai penopang kerjanya. #yakali
  • Tapi keyboard-nya enak. Mungil, empuk, ringkas dan bersih. Tentu saja tak cocok dengan saya yang slebor karena dalam hitungan minggu mungkin warna putihnya pasti udah berubah dekil.
  • Now i know why Mac users bragging about the difference between Ctrl and Cmd. Hal kecil sih, tapi yah namanya juga berbeda dari khalayak kebanyakan, tetep keliatan cool dan anti-mainstream.
  • Apple selalu mengagung-agungkan kredo kalo Mac itu sangat mudah digunakan. Ada benarnya, tapi bukan berarti yang lain itu susah dioperasikan. Kalo perspektifnya dari pengguna yang terbiasa dengan interface dan sistem Windows, tentu pertama-tama akan sedikit menemui kesulitan karena gak familiar. Jadi, menurut saya itu hal yang subjektif.

Verdict: mungkin memang suratan takdir saya untuk tidak punya Mac atau menjadi fanboy. Ke-eye candy-an dan ke-elegan-an Mac pasti akan pupus seketika jika digunakan oleh saya. Ah, lagipula saya sudah bahagia jadi pengguna PC berisikan Linux dan Windows… Bukan karena harga yang tak terjangkau, tapi semata karena saya mendukung sistem yang memungkinkan saya mempunyai pilihan, bukan tipe otoriter-sentralistik macam Apple.

Lagipula saya sudah bahagia jadi pengguna Linux dan Windows…

Saya sudah bahagia jadi pengguna Linux dan Windows…

Saya sudah bahagia jadi pengguna Linux dan Windows…

*denial*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s