Ceko, Cek, Ceska atau Cheska?

Rasanya tidak ada satu negara pun* di dunia ini yang bisa membuat orang Indonesia bersilang pendapat tentang cara penyebutannya selain Czech Republic atau Republik Ceko, atau Republik Cek, atau Republik Ceska, atau ahh.. terserah dah.. Fenomena ini bisa dilihat secara gamblang setiap kali ada turnamen besar yang melibatkan negaranya Pavel Nedved tersebut. Yang paling anyar waktu Rusia meluluhlantakkan *tsahh.. sadis bahasanya* negara yang dulunya duet bareng Slovakia ini dengan skor 4-1 di partai awal Grup A Euro 2012 Polandia-Ukraina. Selalu saja tiap-tiap media massa menggunakan istilah yang berbeda untuk menyebut satu negara yang sama ini. Media dari Grup Tempo setia menggunakan “Republik Cek”, Kompas dan Detik kukuh dengan “(Republik) Ceko”, sedangkan Republika dari dulu sampai sekarang selalu memakai “Ceska”.

Saya gak tau apa susahnya ada suatu konsensus di antara media-media nasional untuk menggunakan satu nama saja untuk negara yang satu ini. Bukankah ada KBBI sebagai referensi? Ternyata, setelah melongok ke Daftar Nama Negara menurut KBBI IV, penyebutan yang tepat adalah…. *jeng-jeng-jeng* Republik Cheska. Iyak benar, pake “h”, seperti bisa dilihat pada tautan sebelumnya di nomor 157. Jadi, total ada 4 versi penyebutan nama untuk negara republik ini: Cek, Ceko, Ceska, dan Cheska. Hiduplah Bahasa Indonesia… :)

Dari dulu saya sebenernya lebih sreg dengan nama “Ceko”. Nama resmi negara itu sendiri ??eská Republika sih, tapi bukan berarti padanan dalam Bahasa Indonesia harus ngikutin nama yang sama bukan? Lha wong negara dengan nama seanggun Côte d’Ivoire aja bisa di-Indonesiakan menjadi Pantai Gading (yang populasinya berbeda pigmentasi kulit 180 derajat dari sesama Gading di utara ibukota). Penggunaan Ceska menurut saya sih cukup masuk di akal dan masih tolerable. Tapi ‘Cheska’, yang ironisnya dianut oleh KBBI IV, sungguh teramat aneh. Cheska? Pake ‘h’?? Itu diambil dari mana ya?! J.S. Badudu mana J.S. Badudu?

Tapi nama Ceko yang buat saya paling bener itu sendiri kalo dipikir-pikir juga salah. Dulu memang nama negaranya “Czechoslovakia” yang dialihbahasakan menjadi “Cekoslovakia”, dimana kurang lebih artinya “Cek dan Slovakia” (atau “Slowakia”, tapi saya gak mau buka front perdebatan baru :p). Huruf “o” disini lebih sebagai kata penghubung, sama kayak di Sao Tome e Principe, Serbija i Crna Gora (Serbia & Montenegro), atau Trinidad and Tobago. Jadi seharusnya, ketika dua negara itu telah berpisah secara baik-baik (dengan bantuan Pengadilan Agama dan pembagian harta gono-gini yang adil) dan telah menjadi dua entitas berdaulat yang mandiri, yang satu akan menggunakan nama “Cek” dan satu lagi menggunakan nama “Slovakia”. Namun, entah mengapa, buat saya kedengarannya masih janggal. Setiap ada yang ngomong “Republik Cek”, saya masih mengharapkan adanya tambahan “..ko” di ujung ucapan. Suatu kebiasaan yang sulit hilang.

Gak tau juga apa orang Cekonya sendiri ambil pusing dengan penamaan negaranya ini. Tapi setau saya, beberapa korps diplomatik negara-negara asing di Jakarta sangat strict untuk penyebutan negaranya. Misal, jangan pernah nulis “South Korea” alih-alih “Republic of Korea/Korea Republic” untuk menyebut Korea Selatan, atau “North Korea” alih-alih DPR Korea untuk tetangga sebelah utaranya. Belum lagi negara-negara kayak Belarus (bukan “Belarusia”), Viet Nam (bukan “Vietnam”), Lao PDR (bukan “Laos”), atau yang juga cukup sensitif: Republic of China a.k.a. Taiwan. Selama Indonesia masih menganut One China Policy, biarkanlah negeri Pulau Formosa itu tetap bernama Taiwan. 

Mungkin ada yang mikir “Alaah, nama negara lain aja lo pikirin amat!” Hmmm.. ini lebih ke pemuasan rasa penasaran pribadi aja sih. Sukur-sukur kalo ada yang tergerak untuk mengambil langkah progresif untuk menyatukan perbedaan nomenklatur ini (halah! who do you think you is?). Karena tidak selamanya perbedaan itu adalah anugerah, dan tidak selamanya penyeragaman adalah musibah. *hey, it rhymes! :D*

 

*) Tentu saja tidak akan terlupa dengan kontroversi “Cina”, “China” atau “Tiongkok” untuk menyebut People’s Republic of China (nama yang terakhir ini kayaknya eksklusif digunakan di tempat saya berkerja). Tapi bedanya dengan Ceko (atau Cek, atau Ceska, atau.. sudahlah, biar Tuhan Yang Maha Tahu yang menentukan), perbedaan penyebutan ini lebih dipengaruhi rasa ‘gak enakan’ karena dianggap mengandung unsur merendahkan sebagian kelompok masyarakat. Jadi ini saya anggap gak masuk itungan.

Advertisements

4 thoughts on “Ceko, Cek, Ceska atau Cheska?

  1. Mengenai masalah ini, saya telah membuat artikel di Kompasiana dengan judul “Republik Ceko, Republik Czech atau Republik Ceska ?
    Sebaiknya pakai Republik Ceko saja. Orang-orang yang ngotot memakai istilah Republik Czech atau pun Republik Ceska pastilah orang-orang yang tidak paham arti sebenarnya dari bahasa Inggris “Czech Republic” atau bahasa Ceko “Česká Republika”.

    • Papua New Guinea jadi “Papua Nugini” kayaknya karena pelafalan ya.. New Guinea = Nu Gini. #cmiiw
      Kalo untuk Cote d’Ivoire jadi Pantai Gading rasanya karena terjemahan harfiah dari versi bahasa Inggris dari nama negara tersebut: Ivory Coast. Kenapa ga jadi “Kotedivore” misalnya? Entahlah :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s