Setahun Kemarin

Setahun kemarin. 23 Desember 2010. Status saya adalah fresh unemployed. Resmi resign tanggal 15 demi menunggu panggilan negara *tssssaah…* yang bisa saja datang tiba-tiba. 

Setahun kemarin saya berbagi persepsi yang sama dengan persepsi sebagian besar masyarakat tentang kinerja pegawai pemerintah. Sekarang saya bisa bilang kalo persepsi negatif itu tidak sepenuhnya benar, dan tidak sepenuhnya salah juga. Mungkin persepsi itu terbentuk dari kelakuan mereka yang bekerja di kelurahan, kecamatan, atau instansi pemerintah daerah lainnya. Kalo itu sih saya mengamini. Banget. Tapi kalo pegawai di kementerian atau lembaga negara, beban kerjanya hampir sama kayak swasta kok. Kedengeran seperti pledoi ya? Tapi itulah kenyataannya..

Setahun kemarin saya masih punya keyakinan yang naif kalo proses perekrutan yang baru saja saya jalani (dan akhirnya lolos) berlangsung sangat fair, terbuka, dan berkualitas. Begitu masuk rada lama baru tersadar kalo nepotism is soooooooooo common here. Kalau untuk hal ini, saya sih gak kontra-kontra amat karena wajar jika setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anaknya (dan ada peluang untuk itu). Cuma, ada kebanggaan (semu) tersendiri aja bisa masuk ke sini tanpa intervensi siapapun. :))

Setahun kemarin, saya membayangkan hidup akan lebih santai: masuk jam 9 pulang jam 5. Terprediksi, tepat waktu, dan less stressful. But nooooooooooo!

Setahun kemarin saya tidak pernah mengkhawatirkan perkembangan lingkar perut. I was as skinny as a bulimic Somalian kid back then. Setahun kemudian secara grand design masih tetep kurus sih, tapi mulai terjadi penumpukan massa tubuh di bagian tubuh tertentu, terutama abdomen. Iklan Appeton Weight Gain itu kebohongan besar: penambah berat badan paling mujarab bukan produk mereka, tapi menjadi PNS.

Setahun kemarin saya masih menganggap permainan favorit para PNS adalah Solitaire. Setelah masuk: “Apa? Solitaire???!! Cih, masa hari gini maennya begituan.. malu-maluin aja.. emangnya pegawai Pemda.. Yang paling happening tuh.. Zuma!” 

Setahun kemarin: “Ya Allah, itu kan dosa…”. Setahun kemudian: “Dosa? Apa itu dosa?”. Dosa adalah konsep yang asing di sini. Semua dilakukan seolah kewajaran yang terberi, kompensasi dari Tuhan atas minimnya apresiasi pemerintah. You know what i mean..

Setahun kemarin saya tidak pernah menyadari bahwa uang pajak saya (dan jutaan rakyat Indonesia lainnya) menjelma menjadi jutaan gigabit file musik dan film di komputer-komputer kantor pemerintahan. Itu belom ngitung bandwith yang habis via streaming loh.. 

Setahun kemarin saya hanya part-time roker, meskipun sempat lima tahun jadi full-time roker Bekasi-Depok. Kini pengalaman yang sama terulang kembali: menjadi full-time roker, untuk waktu yang tak terdefinisikan.

Setahun kemarin saya belum merasa perlu untuk punya kartu keanggotaan ini. #jieee #pret

Setahun kemarin saya masih berpendapat kalo instansi pemerintahan itu gudangnya orang-orang bermental feodal, cocky, arrogant-bastard, dan narrow-minded. On the contrary, i found some cool, open-minded, and good-taste-of-art-and-humour people here. Limited edition, of course.

Setahun kemarin BORO-BORO saya bisa membedakan eselon IV dengan golongan IV, eselon III dengan golongan III, dst. dst.

Setahun kemarin gaji saya masih di atas UMP.. T_T 

Setahun kemarin hidup saya tidak dipenuhi kata-kata singkatan. Namun disini, dunia baru ini dipenuhi orang yang gemar menyingkat kata: Tupoksi, Ishoma, Lakip, LS, ATK, DP3, SPPD, DIPA, RKAKL, WYSIWYG, HDAFGFKCHGDKCNCDVGWS…

Setahun kemarin saya gak pernah tau ada PC bermerek Great Wall. Beneran.

Setahun kemarin saya cuma punya satu baju batik. 

And speaking about batik, setahun kemarin (dan hingga akhir zaman), saya akan tetap memegang teguh pendirian bahwa desain batik Korpri adalah desain terburuk yang pernah diciptakan dalam sejarah peradaban manusia.

Setahun kemarin saya masih nyebut instansi ini dengan nomenklatur lama. Sekarang? Bawaannya selalu pengen ngoreksi orang yang masih nyebut “Departemen” alih-alih “Kementerian”. Huh, inikah yang disebut kebanggaan korps? #pret

Setahun kemarin, HDD netbook cuma diisi donlotan film-film lepas dan donlotan dari YouTube. Saat ini, donlotan berbagai season dan episodes TV series jadi penghuni mayoritas. Who’s to blame?

Setahun kemarin… Bitch please, sejak dua tahun kemarin I have officially sold my soul to 9GAG. 

Setahun kemarin masih bisa memaksakan keyakinan saya terhadap tata kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkorespondensi. Sekarang? “Demikian di sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.” *facepalm*

Setahun kemarin saya bersyukur atas apa yang telah Tuhan karuniakan kepada saya. Mudah-mudahan tahun depan dan tahun-tahun seterusnya tetap mampu melihat ke bawah dan tidak terus-menerus mendongak ke atas agar mampu tetap bersyukur.

Setahun kemarin itu lagu Kahitna.

 

Saatnya mengakhiri tulisan :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s