Robohnya Surau Kami

Saya lupa kapan terakhir kali baca cerpen legendaris AA Navis ini. Mungkin waktu SMP. Itu pun kayaknya saya belum memahami benar apa nilai yang terkandung dalam cerita ini.??Sampai pada suatu malam, @kopiganja men-share cerpen ini kepada followers-nya sebagai bahan perenungan terkait dengan insiden tewasnya warga Ahmadiyah di Cikeusik. Setelah dibaca kembali, baru saya tau kenapa cerpen ini menjadi salah satu cerita fiksi terbaik Indonesia. Ceritanya sangat kontekstual dengan apa yang terjadi di masyarakat Indonesia, baik dari dulu, sekarang, maupun mungkin yang akan datang. AA Navis dengan jeli melihat fenomena yang jamak terjadi di masyarakat waktu itu yang tidak bisa menyeimbangkan urusan ukhrowi dengan duniawi. Kalo dikaitkan dengan masa sekarang, cerita ini juga menyentil beberapa pihak yang sering mengambil otoritas Tuhan dengan merasa paling benar dan paling diridhoi. Orang-orang yang merasa bahwa mereka sudah punya kavling di surga karena telah ‘menegakkan perintah Tuhan’, meninggikan namanya, dan membasmi penistanya. Very recommended to read as an enlightment.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s